Pendaki Cilik Dari Jombang
Hai Perkenalkan namaku Galang Gevera
Syahputra Abdurachman. Aku di lahirkan di kota Jombang 9 tahun silam dari umi
yang bernama Itha Ferawati dan abi Irman Abdurachman. Sekarang aku duduk kelas
3 SDI yang berada di daerahku. Aktifitas harianku ya sekolah, berangkat dari
rumah jam 06.15 pagi karena memang jarak sekolahanku dan rumahku lumayan jauh
kurang lebih 7 km, jadi agar tidak terlambat aku selalu diantar pagi pagi oleh umiku. Alhamdulilah … sampai kelas 3 ini aku tak pernah terlampat satu kalipun,
yeeeeeyyyyy. Pulang sekolah sampai rumah kira kira ya hampir jam 15.30, oh ya
di sekolah aku tak pernah jajan looh, karna memang disekolahanku dilarang bawa
uang saku. Jadi aku selalu bawa bekal dari rumah.
Aku anak yang sehat dan aktif sekali.
Hobiku adalah hiking, hobi yang tidak biasa karena hobi ini
tidak banyak diminati anak anak sepantaranku. Mungkin kegemaranku mendaki ini
karena orang tuaku juga suka banget mendaki, sejak kecil aku sering dibawa umi
dan abiku melakukan kegiatan di alam bebas.
foto ketika aku berkunjung ke Taman Safari - Pasuruan
Pendakian pertamaku ketika aku
berusia 2 tahun, dan gunung yang pertama kali ku injak adalah gunung panderman
yang berada di Batu – Malang. Aku mendaki bersama umi dan abiku serta 2 kawan
dari abiku, yaitu om Bakri dan Om Wong. Saat itu aku seneng sekali, aku
bisa menghirup udara seger pegunungan, melihat hutan yang hijau serta melihat
banyak satwa seperti monyet, burung burung.
Terkadang aku digendong sama umi atau abiku dan terkadang juga jalan sendiri, tapi tak
sedikitpun aku rewel.
Foto ketika mendaki gunung Panderman bersama abi dan umiku
Pendakian keduaku adalah ke Gunung
Penanggungan, gunung yang berada di kota Mojokerto. Kira kira
usiaku 3,5 tahun. Gunung
Penanggungan sering disebut sebagai miniatur dari Gunung Semeru, karena hamparan puncaknya yang
sama-sama terdapat pasir dan batuan yang luas.Tapi medan gunung ini
bikin aku nangis berkali kali karena memang waktu pendakian saat hujan jadi
jalanya sangat licin sekali. Harus hati hati sekali, salah menapak
bakalan jatuh. Aku selalu digandeng abiku dan sekali kali aku digendongnya.
Tapi seruuuuu .. aku selalu merengek minta ikut lagi ketika abiku berangkat
hiking. pokoknya aku selalu pengen ikut dan ikut. Dua kali aku ke gunung ini.
Foto di Gunung Penanggungan bersama abiku
Gunung Lawu, menjadi pendakian ke tigaku. Aku
ingat jelas aku masih duduk di playgroup. Usiaku 4 tahun. Seperti biasa aku
berangkat sama abi dan umiku serta om Faishol dan tante Ika. Dari Jombang naik motor sepanjang perjalanan aku melihat pemandangan
yang bagus di sekitar sarangan tapi kadang kadang ngantuk juga, hehehehe kasian
umiku kalau aku ngantuk soalnya harus memegangi kepala aku, maaf ya miiiii.
Sesampai di Cemoro Sewu pos perijinan masuk pendakian udah terasa dingin
bangeeeeet. aku merasa Lawu adalah gunung paling dingin yang pernah aku daki.
Sepanjang pendakian banyak yang minta foto sama aku, aku senang karena bisa
kenal banyak teman pendaki lain walaupun usianya selalu di atasku. Lawu ….
kapan kapan aku kesana lagi yaaaaa …
Foto di Gunung di Gunung Lawu
Nah, pendakian ke empatku adalah gunung Semeru,
yaitu gunung tertinggi di pulau jawa, tingginya 3.676 mdpl. Aku masih
duduk di TK A, Usiaku 5 tahun. Kali ini aku berangkat dengan rombongan besar.
yups, saat itu abiku mengadakan Pendakian Bersama, dan pesertanya kira kira 70
orang. Kebanyakan adalah kakak kakak dari pondok Tebuireng Jombang. Aku
seeneeeng banget karna punya banyak teman disini. Berangkat dari jombang pagi,
sampai di Tumpang (Malang) kami ganti kendaran yaitu naik Jeep. Pemandanganya
luar biasa waktu naik jeep dari Tumpang menuju Ranu Pane. Sesampai di Ranupane
sudah sore, waktunya istirahat dan pendakian dimulai esok harinya.
Foto di Gunung di Ranukumbolo
Foto di Gunung di Ranukumbolo
Pendakian semeru di mulai dari jam 7
pagi, aku jalan sendiri loooh dari Ranupane (Pos awal perijinan) sampai dengan
danau Ranukumbolo, tanpa di gendong sama sekali. sepanjang perjalanan aku
bercanda sama kakak kakak. Dan tak terasa sudah sampai di Ranukumbolo, segera
mendirikan tenda karna kita akan bermalam di sini. Oh ya pas malam itu adalah
pergantian tahun baru jadi rame sekali, banyak pendaki yang merayakan awal
tahun. Esok harinya ketika akan melanjutkan ke kalimati dan akhirnya ke puncak
ternyata ada rager yang tak mengijinkan anak berusia dibawah 10 tahun untuk ikutan
naik. Akhirnya aku nggak bisa ikut rombongan deeeh, waktu itu aku sedih, aku
menangis karna pengen ikut muncak dan aku merasa sangat kuat. Tapi gimana lagi,
aku cuma mengantar abi dan kakak kakak untuk melanjutkan perjalanan menuju
puncak Mahameru. Aku mengantar mereka bersama umiku hanya sampai Tanjakan
Cinta. Hiks .. aku menangis lagi. Aku mau kembali ke sini lagi dan akan
kutapakkan kakiku di atap pulau Jawa nanti ketika usiaku 10 tahun. Mahameru ....aku akan
kembali …..
Di atas tanjakan cinta, ini lagi ngambek soalnya gk boleh ikut muncak
Naaah sekarang pendakianku yang ke
lima. Kali ini juga bareng kakak kakak lagi, lebih besar lagi dari yang ke Semeru. Saya mendaki Gunung Arjuna Welirang. Saat itu aku duduk di TK B. usiaku
6 tahun sebelum aku punya adik. Di gunung ini aku banyak menemui para penambang belerang.
Dan aroma belerang sangat kerasa sekali. Saat di pos 3 (Pondokan) diputuskan
untuk ngecamp. Paginya kita muncak, saya pilih ke puncak Welirang. Kali ini aku
muncaknya cuma sama umiku aja, abiku
tetap berada di pos 3 buat koordinasi jika ada masalah. Karna memang tim dibagi
2, ada yang ke puncak Arjuna, ada yang ke puncak welirang. Sepanjang perjalanan
menuju puncak aku lihat pemandangan yang bagus banget, aroma belerang kian
menyengat, lihat bunga edelwais yang hanya tumbuh di ketinggian. Tuhan terima
kasih … kau ijinkan aku kesini.
Puncak gunung Welirang
Semenjak adikku Gie Gevera
Abdurachman lahir, aku tak lagi ditemani umiku saat mendaki, , karna umiku harus menjaga
adikku. Lain waktu kalau adikku sudah kuat diajak mendaki aku pingin banget
mendaki bareng adikku, biar adik tau nikmatnya naik gunung. Dan aku
bercita cita mendaki gunung gunung lainnya juga.
Ini foto bareng adikku, Gie
Umi dan abiku mengajak aku mendaki
bukan tanpa dasaran. Mereka adalah mentorku dalam mendaki. Yang ngajarin aku bagaimana aku tetap safety, berbaur dengan alam raya. Mereka memberitahuku apa saja
yang boleh dan yang nggak boleh dilakukan saat mendaki. Ini hal hal yang selalu
aku lakukan ketika mendaki :
1. Persiapan
peralatan yang wajib dibawa ketika mendaki
-
raincoat
-
baju lapangan
-
sleeping bag
-
sepatu mendaki
-
jaket
-
obat - obatan
-
alat makan
-
headlamp
-
tisu
-
plastik
-
makanan dan minuman
-
kaos kaki
Ini adalah perlengkapan pribadiku ya,
tenda, matras, alat navigasi dll pasti sudah dipersiapkan abiku
2. Sebelum mendaki aku harus berdo’a kepada Alloh, agar selalu diberi
keselamatan dan kelancaraan saat mendaki.
3. Selalu bawa
kembali sampah yang aku bawa untuk dibawa turun kembali. Karena jika
meninggalkan sampaaah disana maka sama saja dengan merusak alam, apalagi sampah
plastik yang tidak dapat diurai.
4. Tak boleh
memetik edelwais atau tanaman yang dilarang dipetik atau dilindungi agar tak
merusaknya. Cukup dilihat saja sudah indah
Ingat kode etik pecinta alam,”Jangan
mengambil apapun kecuali gambar, jangan meninggalkan apapun kecuali jejak” agar alam tetap lestari. Aku mencintai Indonesia karna itu aku mendaki.
Salam dari
aku, Galang Gevera Abduracchman ….
Iklan ada di sini













Keren banget na😍😍..nanti kalau ke Sukabumi pengen banget bisa ketemu Galang😊😊😊..ditunggu ya
BalasHapusiya tante , nanti kopdaran ya di masjid perahu hehehe
Hapuswahhh aq dulu jg pecinta alam waktu SMU dan Kuliah.. tapi daki gunung cm Bromo ajaaa ����
BalasHapusayo mak mendaki lagi
HapusKamu keren sekaliii Galang, aku aja kalah ini belum pernah ngedaki gunung. Semoga gedenya jadi penakluk Everest ya, ateu doakan.
BalasHapusamiin
HapusHatiku meleleh aduh galang kereeeeeeeeeennnnn.
BalasHapusmakasih tante :-)
HapusHobi yang luar biasa Galang,,, Teruskan ya, semoga punya kesempatan menaklukkan gunung-gunung di Indonesia dan mancanegara
BalasHapusAku kok bacanya sedih ya? Sedih karena kalah sama Galang..hiks...masih cilik tapi pengalaman mendakinya luar biasa...
BalasHapusSehat2 selalu ya Galang, biar nanti nambah pengalaman muncaknya lebih banyak lagi...
Keren bgt Galang, anak seusia kamu sudah bisa menaklukan bbrp gunung. Beneran keren bgt nih ibu sama bapanya :-)
BalasHapusMba ithaaa... keren banget lo galang.. serius, satu keluarga yg kompakan banget ini... idola..
BalasHapusMas galaaaang aku ngefaaaans, semoga anakku nanti bisa jadi pemberani seperti mas galang, (mudah mudahan diberikan umur sampai punya anak). Mba Itha keren banget, semoga mas galang tumbuh jadi anak yang pemberani dan punya pemahaman hidup yang baik
BalasHapusHaiii Galang.. keren banget iiih. Tante kalah jauuuh dari Galang. Sampai sekarang tante belum pernah menaklukan gunung apapun. Xixii.. terus jadi hebat yahh ��
BalasHapusYa Allah de Galang, inspiring banget. Tante aja usia 26 tahun belum pernah naik gunung. Galang dah capai beberapa puncak gunung. Semoga aku pun bisa mendidik anakku menjadi pribadi yang mandiri dan mencintai alam. galang yang hebat tak akan ada tanpa didikan orang tua. Salut sama Mba Itha. semoga keluarga Mba Itha selalu dalam keberkahan Allah, Aamiin :)
BalasHapus